Pengalaman Perkuliahan Semester Lalu dan Harapan untuk Semester Kedepannya
Oleh:
Choirul Rahmawati
Nim : 12001175
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pendidikan menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang di masa yang akan datang. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai maka semakin tinggi juga peluang untuk sukses. Inilah yang menjadi alasan lulusan-lusan SMA/ SMK/ MA/ MK dll lebih memilih untuk melanjutkan perkuliahan. Tentunya hal yang pertama yang harus kita miliki sebelum melanjutkan perkuliahan adalah kita harus memiliki tujuan yang jelas. Jika hanya tujuan untuk Sekedar menjadi suskes rasanya kurang tepat karena terbukti banyaknya alumni mahasiswa yang masih menganggur hingga saat ini. Di sini saya ingin menjelaskan sedikit tujuan saya menjadi seorang mahasiswa. Dulunya saya berfikir menjadi seorang mahasiswa adalah sesuatu yang hebat, karena di kampung saya sendiri banyak anak dan orang tua yang masih kurang peduli dengan pendidikan. Bahkan mereka mengatakan tidak perlu pendidikan yang tinggi bagi seorang wanita, karena nantinya juga akan kerja di dapur. Pemikiran seperti ini menurt saya sangat keliru. Pendidikan adalah suatu keharusan bagi setiap anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Selain menuntut ilmu, melalui pendidikan membuat wawasan anak menjadi luas serta terdidiknya akhlak, budi pekerti, dan perilakunya dengan baik. Jadi tujuan dari sekolah bukan hanya ingin meraih kesuksesan semata. Tetapi di sekolahlah karakter dan watak kita di bentuk, di mana kita dipersiapkan menjadi seorang manusia yang bijak dan dewasa.
Awal tahun 2020 kemarin telah memberikan kesan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19 membuat segalannya menjadi sedikit berbeda. Kita dituntut untuk bisa beradaptasi di dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini. Penyakit virus yang bisa menulari siapa saja, membuat kita semua harus waspada dalam menjalankan aktivitas di luar ruangan. Akibatnya pendidikan menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi digital. Kami sebagai mahasiswa baru waktu itu yang juga terkena imbasnya. Karena memang pada tahun tersebut adalah tahun perdana bagi seluruh perguruan tinggi untuk melaksanalan perkuliahan secara daring.
Meskipun tidak di lakukan dengan tatap muka, nyatanya kegiatan dan proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan lancar. Tak sedikit acara dan webinar yang dapat terlaksana meskipun dalam kondisi daring. Walaupun pada awalnya kami sebagai mahasiswa sedikit gagap dalam menjalani kuliah secara daring. Namun berkat para dosen yang luar biasa yang telah memberikan berbagai metode belajar yang menarik sehingga kami dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.
Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki semester baru. Pendidikan tahun ajaran 2020/2021 sudah berlalu. Semester baru mestinya di sambut dengan suasana baru. Namun permasalahan dan tantantangan di semester lalu tampaknya belum benar-benar terselesaiakan. Pandemi Covid-19 yang tentunya masih menjadi momok yang menakutkan hingga saat ini, membuat sekolah Mulai dari jenjang sd hingga perguruan inggi harus di laksanakan secara daring.
Saya merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Insitut Agama Islam Negeri Potianak atau yang sering dikenal dengan singkata IAIN Pontianak. Saya berasal dari Bengkayang, Kalimantan Barat. Saya merupakan mahasiswi angkatan 2020. Bisa di katakan peserta didik angkatan 2020 adalah peserta didik yang mengalami masa percobaan. Di mana pada angkatan kami untuk pertama kalinya Ujian Nasional di tiadakan. Dan angkatan kami juga angkatan yang perdana menjalankan perkuliahan secara online. Memang itu bukan hal yang harus dibanggakan tetapi menurut saya angkatan 2020 adalah angkatan yang mentalnya benar-benar diuji. Banyak juga yang mengatakan bahwa kami angkatan corona.
Selama memulai perkuliahan online, banyak sekali pengalaman baru yang saya dapatkan baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif. Hal positifnya saya dapat belajar dari rumah dan bisa menghemat biaya tempat tinggal dan tranportasi karena memang jarak dari rumah saya ke kampus IAIN Pontianak sangat jauh. Selain itu, saya bisa lebih mandiri mencari bahan-bahan perkuliahan di internet. Saya lebih memiliki banyak waktu luang dan bahkan ada teman saya yang berkuliah sambil bekerja. Namun di samping sisi positif tersebut lebih banyak hal negatif yang saya rasakan. Misalnya waktu kuliah online yang sering berubah dari jadwalnya sering membuat saya tidak fokus karena terkadang saya sedang melakukan aktivitas lain. Selain itu masih banyak lagi penggalaman negatif lainnya seperti jenuh karena hanya dapat berbicang dengan teman-teman atau pun dosen hanya menggunakan teks dan panggilan video. Perkuliahan secara online seperti ini membuat kami lemah dalam hal pelajaran mata kuliah praktikum karena kurangnya sosialisasi dan komunikasi aktif yang kami dapatkan. Sebagai seorang mahasiswa yang sudah setahun ini menjalani perkuliahan daring, sedikit demi sedikit saya sudah mulai menyususn rencana dan target kedepannya. Masalah-masalah di semester lalu jangan sampai kita bawa di semester berikutnya. Memang keadadaan yang megharuskan untuk menjalani sekolah secara daring, tetapi itu bukan berati menyulutkan semangat kita untuk disiplin dan tekun belajar.
Selama masih pembelajaran daring semester 2 kemarin, saya banyak mengikuti webinar untuk menambah wawasan baru. Apa lagi di Fakultas saya sering mengadakan webinar dengan menghadirkan pembicara-bembicara yang luar biasa tentunya. Menurut saya sendiri dengan kita belajar dari rumah seperti sekarang ini, kita bisa menggali skill dan kemampuan baru dengan waktu yang kita punya. Kita mempunyai lebih banyak waktu untuk mengangsah kemapuan kita saat pembelajaran daring karena kita tidak perlu pergi ke kampus sehingga kita mempunyai banyak waktu yang lebih banyak. Saya sangat enjoy selama perkuliahan daring ini, karena semua fasilitas yang butuhkan dalam perkuliahan di IAIN Pontianak sudah terpenuhi dengan baik. Mungkin yang dipermasalahkan sebagai mahasiswa adalah masalah koneksi internet yang berbeda-beda. Namun secara keseluruhan perkuliahan secara daring telah berjalan dengan lancar selama pandemi. Saya berharap pandemi ini segera berakhir supaya pembelajaran di kampus IAIN Pontianak bisa optimal dan bisa bertemu dengan teman-teman di kampus tentunya.
Memang perkuliahan semester 1 dan 2 kemarin adalah waktu yang digunakan untuk beradaptasi. Pada saat itu mental saya dan mahasiswa lainnya tengah dilatih. Ini adalah masa peralihan yang berat bagi saya dan teman-teman lainnya menuju dewasa karena sebagian besar dari kami adalah anak-anak yang baru saja tamat dari sekolah menengah (SMA/ SMK/ MA/ MK atau bentuk lainnya yang sederajat). Pembelajaran secara online sangat merubah dari sistem pembelajaran hingga pola kehidupan peserta didik. Semua ruang kelas, papan tulis, layar proyektor, hingga spidol yang menjadi bahan untuk belajar mengajar di sekolah kini berganti dengan platfrom google class room, zoom meeting, google meeting, whatsapp, telegram, dan gadget atau pun laktop sebagai penunjang pembelajarannya. Saat kegiatan belajar mengajar bukan lagi di lakukan dengan duduk di ruang kelas, tetapi harus stay di layar laktop dan gadget masing-masing. Sering kali pancaran sinar radiasi membuat mata saya terasa pegal dan lelah karena seharian duduk di depan laktop dan gadget. Penjelasan materi pada saat sekolah online berbeda dengan sekolah offline. Karena ketika online, hubungan emosional antara dosen dan mahasiswa yang saya rasakan hampir tidak ada. Terlebih ada beberapa mata kuliah yang bersifat kuantitatif dan kurang efektif jika dijelaskan secara tidak langsung. Selain itu diskusi kelompok untuk mempersiapkan materi presentasi pun dilakukan secara online.
Jika ditanya untuk memilih Kuliah tatap muka atau daring, maka saya memilih kuliah tatap muka secara langsung karena karena materi perkuliahan akan lebih mudah untuk dipahami dan dikuasai. Serta mahasiswa dan dosen bisa melakukan interaksi sosial secara langsung bukan hanya secara virtual.
Semester lalu begitu banyak menggoreskan kenangan yang rasanya tidak bosan untuk di bahas. Menurut saya pribadi sebagai mahasiswa baru tingkat 2 pada saat itu, saya merasa sudah berhasil menyesuaikan diri. Mengapa saya katakan demikian? Karena saya merasa pada awal semester 1 dulu saya masih belum siap untuk menyesuaikan diri denga cara belajar secara daring karena ini adalah untuk yang pertama untuk kita semua. Syukur alhamdulillah di semester 2 kemarin saya sudah mulai memahami dan menyesuaikan diri sehingga saya tidak memiliki masalah lagi dalam belajar daring. Mungkin kendala jaringan dan kuota masih menjadi permasalahan para mahasiswa, namun tak sedikit bantuan kuota yang sudah pihak kampus usahakan.
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih saya kepada para dosen yang telah mengajar saya selama dua semester ini. Tak lupa kepada teman-teman saya di kelas 2E PAI, yang tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi saya bisa mengenal mereka semua serta kepada rekan-rekan di organisasi LDK Assalam IAIN Pontianak. Ungkapan terima kasih ini tidak lain dan tidaklah bukan saya ucapkan karena atas dukungan, bimbingan, dan motivasi mereka semua saya dapat menyelesaikan perkuliahan semester 2 dengan baik.
Baiklah seperti yang saya tuliskan di atas bahwa semster 2 kemarin banyak menggoreskan kenangan yang tak bosan di bahas. Karena pada saat itu perjalanan saya mulai mendapat sedikit-sedikit goresan permasalahan. Memang benar masalah kehidupan adalah hal yang lumrah kita dapatkan, tetapi pada saat semester 2 kemarin untuk pertama kalinya selama menjalani perkuliahan saya merasa sedikit down. Rasa percaya diri saya menurun dan saya selalu berfikiran apakah saya pantas berada di titik sekarang. Mungkin permasalahan yang saya alami tidak dapat saya bahas dan tuliskan disini karena ini adalah masalah pribadi bagi saya. Puncaknya pada saat Ujian Tengah Semester, saya berfikir sudah pasrah dan akan berhenti sampai di sini. Nilai saya mulai turun saat itu karena terbukti dari hasil UTS saya yang hasilnya kurang memuaskan.
Namun Allah ternyata sedang menguji saya, Dia datangkan orang-orang hebat di samping saya, Allah tidak membiarkan saya sendirian, karena saya yakin tanpa orang-orang hebat tersebut pun Allah pasti tidak akan meninggalkan saya. Mulai dari saya di sibukkan dengan organisasi yang saya ikuti, bertemu dengan orang-orang hebat yang begitu memotivasi saya sangat bersyukur.
Beralih ke perkuliahan pada saat semester 2 masih seperti di semester 1 karena masih secara online. Ada yang berbeda di perkuliahan semester 2 kali ini yaitu saya banyak beertemu dengan dosen-dosen baru yang masyallah luar biasa. Alhamdulillah di beri kesempatan untuk mengenal beliau-beliau yang tidak bisa saya sebutkan nannya satu persatu dan bisa menimba ilmu dari mereka
Ada pengalaman yang menarik yang saya alami. Saya memiliki kelemahan di disalah satu mata kuliah yaitu mata kuliah Bahasa Arab. Pada awal semester 1 kemarin saya mendapat nilai B untuk mata kuliah Bahasa Arab. Saya sangat bersyukur, nilai B sudah lebih dari cukup bagi saya. Namun rasa iri menjalar di hati saya ketika melihat teman-teman sekelas saya hampir semua mendapat nilai A dalam mata kuliah Bahasa Arab. Jadi setelah itu saya merasa sedikit tertantang dan saya targetkan semester selanjutnya harus mendapat nilai A. Namun itu bukan hal yang mudah. Ternyata materi perkuliahan pada mata kuliah Bahasa Arab di semester 2 semakin sulit. Praktik dalam sebuah kegiatan belajar merupaka satu hal yang di takuti oleh sebagian mahasiswa, begitu pun yang saya alami. Pada mata kuliah Bahasa Arab kemarin kami dituntut untuk lebih banyak praktik dari pada materi. Saya sedikit iri dan malu melihat kemampuan teman-teman saya dalam mempraktikkan Bahasa Arab dengan begitu fasih dan lancar, berbeda dengan saya yang sedikit terbata-bata. Memang ini untuk pertama kalinya saya belajar Bahasa Arab. Karena dari kecil saya dimasukkan oleh orang tua saya ke sekolah negeri mulai dari jenjang SD hingga SMA. Di sekolah negeri saya dulu tidak menemukan adanya mata pelajaran Bahasa Arab, yang ada hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Saya paham kelemahan saya di mata kuliah ini, jadi saya berusaha untuk serius mendalami mata kuliah Bahasa Arab. Sampai waktu itu saya dengan tidak tahu malunya meminta bantuan kepada salah satu teman yang belum terlalu kenal di kelas. Saya perhatikan beliau begitu lancar dalam menggunakan kosa kata Bahasa Arab sehingga tanpa ragu saya mencoba meminta bantuan beliau dan alhamdulillahnya beliau mau mengajari saya. Memang betul kata pepatah bahwa “usaha tidak akan pernah menghianati hasil”. Alhamdulillah saya mendapat nilai A pada mata kuliah Bahasa Arab pada semester 2 kemarin. Saya sangat bersukur dan berterima kasih kepada seseorang itu yang tidak dapat saya sebutkan namannya di sini, semoga beliau selalu dalam lindungan Allah dan ilmu yang beliau bagikan ke saya menjadi berkah. Aamiin.
Namun disamping itu, bukan hanya mata kuliah Bahasa Arab yang menjadi mata kuliah kelemahan saja. Hampir di semua mata kuliah menjadi kelemahan saya. Tetapi saya sadar,untuk mengatasi hal tersebut saya hanya perlu serius dan tekun dalam mempelajarinnya agar saya mudah memahami semua materi pembelajarannya.
Selain itu, semster 2 kemarin alhamdulillah untuk pertama kalinya saya dapat mengujungi kampus IAIN Pontianak. Sebenarnya bukan sengaja saya ingin kesana, mengingat perkuliahan yang masih secara daring sehingga tidak ada aktivitas belajar di kampus. Namun karena kemarin kami diharuskan untuk mengambil kartu mahasiswa masing-masing, sehingga secara tidak langsung saya harus ke kampus.
Pertama kali saya menginjakkan kaki di kampus IAIN Pontianak, saya berdecak kagum dengan gedung-gedung menjulang tinggi yang didominasi dengan warna hijau. Masyaallah, tidak menyangka ternyata kampus IAIN Pontianak seindah ini. Belum lagi mata saya di manjakan dengan adanya taman-taman di depan setiap gedung fakultasnya. Tidak hanya itu di tengah lapangan ada sebuah gazeob yang melingkar. Dari video youtube yang saya tonton mengenai kampus IAIN Pontianak, gazeob tersebut adalah tempat diskusi atau tempat yang digunakan untuk sekedar bersantai atau lainnya. Saya yang sedikit penasaran pada saat itu pun seketika berbinar untuk merasakan sensasi duduk di sana. Sayang sekali pada saat itu saya asik menikmati pemandangan di sekitar gendung kampus IAIN Pontianak sehinggal saya lupa untuk mengambil beberapa gambar gazeob tersebut.
Tidak hanya pemandangan gedung yang menarik perhatian saya, namun juga teman-teman mahasiswa yang masyallah sekali ramahnya. Awalnya saya merasa sangat canggung apa lagi ini untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kampus ini, namun kecanggungan yang saya bayangkan ternyata keliru. Melihat teman-teman mahasiwa yang tidak ragu saling bertegur sapa membuat pandangan saya terhadap mahasiswa IAIN Pontianak adalah ‘Ramah dan Sopan’. Beruntung sekali rasanya saya dapat menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa IAIN Pontianak.
Setelah asik berkeliling kampus saya dia ajak teman saya untuk ke rooftop perpustakaan kampus IAIN Pontianak. Awalnya saya Menolak karena membayangkan naik tangga yang begitu tinggi pasti sangat melelahkan. Tetapi berkat paksaan teman saya tadi akhirnya saya pasrah dan ikut saja ke atas. Benar saja, rasa lelah yang tadinya saya rasakan waktu menaiki tangga terbayar lunas dengan indahmya pemandangan kota Pontianak yang dapat saya saksikan dari atas sini. Tak lupa banyak video dan gambar yang saya abadikan. Dari atas sini angin yang berhembus cukup mengangkat rasa lelah yang kami rasakan. Setelah puas mengambil gambar-gambar untuk diabadikan. Kami pun memutuskan untuk turun karena hari lumayan mendung pada saat itu.
Semester baru dan perkuliahan baru biasanya pasti akan memberikan sebuah semangat baru bagi seorang mahasiswa. Mata kuliah yang baru membuat sebagian mahasiswa penasaran ingin segera mempelajarinya. Hal ini dapat memicu kita untuk memperbaiki nilai-nilai pada mata mata kuliah semester sebelumnya. Semangat baru tersebut akan memunculkan harapa-harapan dan keinginan seorang mahasiswa untuk kedepannya. Beberapa harapan saya untuk semester depan ini yaitu:
- Saya ingin lebih menggiatkan diri saya untuk sering membaca. Bukan hanya membaca buku fiksi tetapi juga non fiksi. Sebagai seorang mahasiswa kita harus berwawasan luas. Dengan banyak membaca bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga menambah kosa kata bahasa kita, kita dapat menemukan hal yang menarik yang belum kita ketahui serta memperluas wawasan kita sebagai seorang mahasiswa.
- Di semester baru ini saya ingin lebih giat mengerjakan tugas. Mungkin di semester sebelumnya saya baru akan mengerjakan tugas dengan metode kebut semalam. Dan saya tahu sesuatu yang dikerjakan dengan terburu-buru hasilnya juga tidaklah baik. Maka dari itu untuk semster ini saya akan berusaha untuk lebih disiplin dalam mengerjakan tugas.
- Mengikuti dan memperhatikan dosen yang mengajar dengan baik. Di situasi sekolah dengan secara daring Seperti ini membuat rasa malas muncul. Bagaimana tidak, mendengar penjelasan dosen dari jarak jauh, belum lagi kendala sinyal di tempat saya tinggal membuat belajar saya menjadi tidak maksimal. Hal ini membuat saya jenuh dan terkadang saya tertidur ketika dosen menjelaskan. Maka dari itu saya ubah target saya untuk lebih fokus dan disiplin dalam mengikuti dan memperhatikan dosen yang mengajar meskipun masih dalam keadaan belum tatap muka seperti sekarang ini.
- Semester depan ini saya juga ingin lebih fokus mengikuti organisasi kampus. Memang saya sekarang terdafta menjadi salah satu anggota bahkan pengurus di organisasi LDK Assalam IAIN Pontianak. Namun karena di situasi sekarang ini dan saya tidak berdomisili di Pontianak membuat berbagai rangkaian kegiatan organisasi hanya dapat saya ikuti secara online. Saya merasakan sendiri betapa tidak efektifnya, saya ingin bergabung secara langsung. Maka dari itu target saya ingin lebih fokus, artinya saya ingin menjalani organisasi ini dengan serius. Apa lagi ini adalah organisasi dakwah yang masyaallah dapat membuka ladang amal untuk saya.
Mungkin itu adalah beberapa harapan saya pribadi dalam menjalani perkuliahan semester baru ini. Memang di situasi seperti sekarang ini mengharuskan kita untuk melaksanakan perkuliahan secara offline . Tidak mudah sekali rasanya apa lagi hal ini adalah perdana untuk kita semua. Kuliah secara online yaitu perkuliahan yang memanfaatkan teknologi digital dan akses internet sebagai media pembelajarannya yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, rekaman audio atau tulisan oleh pihak akademi/universitas menggunakan berbagai platfrom yang memanfaatkan Teknologi Digitalisasi Pendidikan.
Tentunya dalam waktu yang singkat dan cepat ini membuat kegiatan pembelajaran secara daring tidak memiliki perencanaan yang matang. Terbukti dengan masih banyaknya mahasiswa yang tekendala jaringan internet, kuota bahkan tidak memiliki fasilitas digital seperti gadget. Ini sungguh memprihatinkan, tetapi pendidikan juga harus tetap terlaksana meskipun dalam stuasi seperti ini. Fakta menunjukkan bahwa metode pembelajaran tatap muka ini kurang efektif dan minim transfer ilmu yang benar-benar di pahami karena ada sebagian pengajar (dosen,guru, dll) yang hanya berpacu pada pemberian tugas kepada peserta didik.
Dampak dari perkuliahan online ini tentu banyak menjadi keluhan mahasiswa karena memiliki perbedaan diantaranya perkuliahan daring yang tidak sesuai jadwal yang semestinya, minimnya penjelasan dari dosen, dan membuat mahasiswa menjadi lemah dalam mata kuliah praktikum. Namun nampaknya belum ada kepastian kapan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat terlaksana melihat belum ada tanda-tanda bahwa pandemi covid-19 akan segera berakhir. Perkuliahan secara daring nampaknya masih menjadi solusi saat ini agar segenap sivitas kampus tetap beraktifitas di rumah hingga kondisi kondusif. Sebagai seorang pelajar kita harus menikmati dan mensyukuri setiap alur dan proses belajar yang terlaksana. Ingin sekali rasanya keadaan segera membaik agar dapat melakukan kegiatan seperti sedia kala dan bertemu serta berinteraksi dengan teman-teman di kampus. Tetapi kita lebih baik bersabar di rumah dahulu hingga pandemi berlalu.
Meskipun demikian, perkuliahan secara daring nampaknya nanti akan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta didik yang mengalaminya. Bukan hanya bagi peserta didik tentunya, tetapi juga untuk para tenaga pengajar seperti guru, dosen dll. Karena memang banyak sekali hal-hal baru dan pengalaman baru yang kita dapatkan pada saat melaksanakan pendidilan secara tidak langsung seperti sekarang ini. Belum lagi suka duka nya dan masih banyak lagi hal lain yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas.
Semoga pandemi ini segera berakhir, agar cepat memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia. Sehingga kita dapat menjalankan aktivitas kita seperti biasa dan kita mampu kembali menempuh pendidikan dengan efektif dan optimal. Semoga teman-teman dan para bembaca semua selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.
Komentar
Posting Komentar